Kutrat kotret
  • Enter Slide 1 Title Here

    This is slide 1 description. You can replace this with your own words. Blogger template by PremiumBloggerTemplates.com...

  • Enter Slide 2 Title Here

    This is slide 2 description. You can replace this with your own words. Blogger template by PremiumBloggerTemplates.com...

  • Enter Slide 3 Title Here

    This is slide 3 description. You can replace this with your own words. Blogger template by PremiumBloggerTemplates.com...

07.54 Posted by Agaga Dewangga No comments Posted in

Ketika semua bayang menjauh dari tubuh
Dan ketika semua angan enggan menyapa
Terbaring aku, terjebak aku
Di keheningan dalam ketiadaan

Kucoba cahayai ruang jiwa ini
Terus berharap dan terangi
Kucoba sembunyikan suara hati
Terus menampik dan berlari

Kutenggelam dalam kelam
Dan menjauh tanpa bayang
Kucoba menelan luka yang tak kunjung usai

Teriakan namamu
Dikesunyian hatiku
Meraba, merangkul suryamu
Dikehangatan jiwamu

Saat kebenaran tak lagi bermakna
Aku tersandar dan terdiam
Kemana akan kubawa diriku pergi
Semakin jauh, semakin rapuh

Lepaskan diri, jatuh membusuk
Biarkan aku, hilang .. Muak !
Terluka .. Aku .. Mencari 
 

By: BURGER KILL

 

 
11.58 Posted by Agaga Dewangga 1 comment Posted in
saya masih diam di pematang sawah dan masih kupandang buku yang baru saja kutuliskan sebuah puisi ini, disini  masih sejuk anginnya dan domba-domba itu masih ngadekluk mencari rumput yang segar untuk makan disore hari ini.
"Daaaaang....." pikiranku terpecah takkala kudengar suara itu, kucoba toleh dan ku coba sidik-sidik...
"euh herman... kirain siapa, kenapa?ngapain kesini?"tanyaku sama herman. dia adalah sahabatku yang sebenarnya dia pintar tapi mungkin karena sering bergaul denganku dia jadi pemalas, kasihan sekali herman.
"engga, pengen aja maen kesini engga boleh gitu? nemenin aja, kali aja kamu kesepian dan bosen bergaul dengan domba-domba ini"jawab herman
memang....pikirku, aku kesepian dan hanya domba-domba ini yang selalu menghiburku juga domba berakal seperti kamu herman yag selalu menemaniku, sebenarnya. dan memang aku adalah pengembala domba,inginnya sapi tapi orang tuaku tak mampu membeli sapi ataupun kuda jadi disaat ku lelah ku bisa menaikinya.
"baguslah kamu datang, gimana?"tanyaku lagi
"apanya yang gimana?" jawab herman lagi
"apa aja, bebaslah sama saya mah. hehehe..."
"euuuh...rieut maneh mah, liat si reja ga dang?"
"si reja mah paling juga di rumah neneknya atau ke pasar, kenapa gitu?" jelasku. Reja dia adalah sahabat domba berakal yang satu lagi, kami bertiga sebenar benarnya adalah saudara jauh, tapi karena jauhnya sehingga kami tidak hapal benar pancakakinya, tapi sekarang kami memang bersahabat baik sekali, tiga karakter yang berakal namun sangat berbeda kepribadian dan pola pikir, karena itulah kami bisa bersahabat dan alhamdulillah sampai sekarang.
"apa itu dang? "
"weis gaya, rajin sekarang maneh euy? hahaha..." herman tertawa, aku bingung. kenapa aku menulis dia ketawa, tapi kalo aku bercanda dia menimpukku?
"bukan gaya herrrrder (landihan kalo lagi marah)!!!! kehed siah!!"
"beuuh...ngambek kaya punya otak aja kau,hahaha"
"dang!"
"woooi" potongku
"euuh, biasa aja atuh dang. gini dang, mau nanya setelah lulus sekolah nanti rencananya kamu mau kemana?"
"pulang"
"pulang? kemana?"herman bertanya lagi
"ke rumah, terus mau kemana lagi, jalan-jalan? maen kotor2an baju pake phylox? ato kemana lagi? mendingan pulang  man, pasti lapar kalo udah acara kelulusan mah." jawabku
"euuuh... gini nih kalo terlalu banyak bergaul sama domba mah, ga nyambung. maksudnya mau diterusin kemanaaa sardaaaaang!!!!"
"nah, kalo nanya yang jelas atuh sarmaaaan,ah teu enakeun yah sarman mah, hehehe....."
"ga tau atuh man, ga punya cita-cita aku mah man, gimana bapa sama ibu saja, kalo kamu gimana?"
"yaaah, kirain dah ada target, tadinya mau ikut sama kamu, kuliah ato cari kerja gitu, bingung saya teh dang. karena saking bingungnya jadi rieut sayah teh dang kumaha atuh nya?hmmm...eh, kalo si reja mau kira-kira mau kemana ya dang?"
"ga tau atuh man, tadi kan dia bawa motor tapi biasanya kalo jam segini dia suka ke pasar mungkin"
"euuh sardang, kamu tuh yah panyakit ga rubah-rubah maksudnya udah sekolah dia mau diterusin kemana..."
"merekebengbeng atuh man, ga pernah nanya dan ga mau nanya masalah gituan, kita liat aja nanti, lagian masih lama ini kita kan baru masuk sma atuh man." jawab aku sambil berlari mengejar domba yang mencari makan terlalu jauh, sejauh pikiran herman yang entah apa yang dipikirkannya.
   hari pun semakin sore, semakin sore dan awan pun berdecak kemerah-merahan menyilaukan keindahan sang pencipta, subhanalloh. aku bergegas pulang dan herman pun pu kembali berpulang kerumahnya, andai rumah kami dekat mungkin kami berpulang bersama, tapi hanya domba-domba ini yang rumahnya dekat dengan aku sehingga aku pulang bersamanya, dan suara adzan pun terdengar, terdengar indah dan selalu indah, surau itu.
17.33 Posted by Agaga Dewangga 2 comments Posted in
saya lupa...
saya lupa dan terlalu lupa
saya lupa dan terlalu melupakan

saya lupa...
saya lupa betapa indahnya tersenyum
saya lupa betapa bahagianya tertawa
saya lupa betapa sedihnya menangis
saya lupa kenapa saya lupa

saya lupa...
dan haruskah saya lupa...
dan haruskah saya tersenyum
dan haruskah saya tertawa
dan haruskah saya menangis
dan haruskah saya lupa akan ini

tetapi...
saya adalah saya ketika tersenyum
saya adalah saya ketika tertawa
saya adalah saya ketika menangis
saya adalah saya ketika seperti ini

apakah saya akan tersenyum lagi
apakah saya akan tertawa lagi
apakah saya akan menangis lagi
apakah saya akan terus seperti ini

hanya alloh yang tahu mengapa kita tersenyum
hanya alloh yang tahu mengapa kita tertawa
hanya alloh yang tahu mengapa kita menangis
hanya alloh yang tahu segalanya

saya bersujud hanya kepadaMu ya alloh
ampuni saya yang khilaf
ampuni saya yang lupa akan bersyukur
ampuni saya yang terlalu mengabaikan perintahMu
ampuni saya yang .....

saya menangis ya alloh
saya ingin tersenyum lagi
saya ingin tertawa lagi
saya ingin semuanya indah
indah seperti suara adzan di surau itu


Blogroll

About