Kutrat kotret
12.27 Posted by Agaga Dewangga No comments Posted in
Posted by Agaga Dewangga on 12.27 with No comments | Categories:

Kamar ini gelap, hening, memang sengaja seperti ini. Tapi walaupun seperti ini saya tetap bisa mengambil air minum bahkan pergi keluar kamar. Memang tidak ada hubungannya dengan saya, karena gelapnya kamar ini tidak segelap isi dalam pikiran ku. Aku sangat kecil walaupun ada yang  lebih kecil dari aku tapi aku bangga karena aku seekor makhluk yang mereka bilang seekor prajurit. "kau adalah prajurit yang harus mengabdi pada ratu dan bekerja sebaik mungkin" ucap mereka. Memang benar, aku semut prajurit, tugasku sebagai semut prajurit walau aku tidak tahu tugasku seperti apa. tapi aku sadar semuanya telah berjalan ini.
Kalau ada semut yang bisa saya ajak bercerita malam ini, apakah mungkin dia berfikir seperti itu? aku sangat bangga kepada semut, karena dia bisa mengalahkan binatang sebesar truk itu, ya seekor gajah. terbayangkah oleh kalian? kau selalu mencari makan tanpa mengenal lelah, mengarungi rintik hujan, menjelahi hari dibawah teriknya matahari. prajurit kau benar-benar prajurit sejati. walaupun engkau selalu bergerombol namun disaat kau sendiri kau tangguh, kau bisa mengalahkan gajah itu sendiri dan kau telah melakukannya. dan apa yang engkau lakukan telah melegenda. apakah engkau bangga? apakah engkau tinggi hati? tidak ada, aku tidak pernah mendengar kabar seperti itu. 
semut, aku bangga kepadamu. andai malam ini aku bisa menemanimu, berbincang denganmu, mendengarkan cerita-cerita perjalanan hari mu,  mungkin aku bisa belajar banyak darimu. aku tidak ingin menjadi prajurit tetapi semangatmu menjadikan aku sebagai prajurit atas tanggung jawab hidup dan pengabdi atas Tuhanku. terima kasih semut, kamarku sudah tidak gelap lagi, ufuk telah sampai ke ruangan ini dan engkau pun mungkin telah tertidur pulas, melemaskan semua tenaga yang telah engkau jalani, jika waktunya tiba hal itu pasti datang, seperti ufuk yang telah menghampiri tanpa ku inginkan. 
aku rindu mentariku, sampaikan salam ini kepadanya wahai semut. 

by: agaga dewangga

0 comments:

Blogroll

About