Kutrat kotret
23.53 Posted by Agaga Dewangga 2 comments Posted in ,
Posted by Agaga Dewangga on 23.53 with 2 comments | Categories: ,
Pada tahun 1963 pemerintah jepang membuka sebuah Exspress Way (Jalan Tol) dari kota Kobe ke Nagoya. Kemudian setelah kebangkitan perekoomian negara jepang kebutuhan akan jalan tol meningkat maka dibangun secara bertahap dan sampai sekarang telah mencapai sekitar 2807Km  panjang jalan tol di seluruh jepang.
Jalan tol di Jepang terdapat beberapa fasilitas yang sangat membantu bagi pengemudi dan masyarakat di sekitarnya. Diantara nya dinding peredam suara, dan penahan angin. Khusus untuk dinding peredam suara, saya sangat terheran-heran ketika pertama kali melihat ada dinding di sekitar jalan tol. karena sangat aneh dan kita terasa di tempat yang aneh, ternyata budaya jepang yang sangat kental dengan budaya saling menghormati ini adalah alasan nya. sebuah poin yang patut kita contoh. 
Salah satu fasilitas lain nya adalah rest area atau tempat istirahat bagi para pengemudi. Di rest area ini terdapat tempat parkir khusus bagi mobil yang berpenumpang kursi roda, bahkan tidak hanya penempatan khusus bagi penyandang cacat ini diperlakukan khusus di kereta api, bus kota bahkan toliet pun disediakan, betapa pelayanan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakyat. 

mungkin rest area di jepang berbeda dengan rest area di indonesia. keberadaan pom bensin dan tempat-tempta kuliner  masih menjadi andalan dan daya tarik tersendiri dan pada umumnya yaitu tempat istirahat. 
yang menarik dan menjadi pertanyaan saya adalah apakah pelayanan bagi penyandang cacat atau orang tua dan jompo terlayani? silahkan anda cermati sendiri.
ETC atau Electronic Toll Collection, adalah sistem pembayaran tol secara elektronik, pengemudi hanya menjalankan kendaraan nya maksimum 20 km per jam dan ketika mendekati pintu tol secara otomatis pintu tol tersebut akan terbuka karena dengan sensor  dan denga sistem nirkabel pembayaran telah dilakukan.
Untuk bisa menikmati ETC, kita harus membeli sebuah perangkat dan sebuah voucher untuk nantinya di letakan di dalam mobil. Dengan ETC ini diyakini bisa mengurangi kemacetan di pintu tol ketika melakukan pembayaran.  Mudah-mudahan fasilitas ini bisa di manfaatkan di Indonesia kelak.

Jika kita pergi ke daerah shizuoka atau daerah niigata kita akan melewati gunung-gunung, maka tidak heran apabila nanti kita akan menemui beberapa terowongan, 
ya terowongan-terowongan ini sangat panjang, mungkin berbeda dengan di aqua land yang notabene terowongan bawah laut yang sangat panjang. 

Mungkin ini sedikit informasi dari yang saya alami, dari mulai panjang nya jalan tol kemudian fasilitas yang terdapat di sekitar jalan tol dan sebuah sistem yang sangat modern yaitu sistem pembayaran secara elektronik. Ini hanya pengalaman selama perjalanan menuju niigata dan shizuoka melewati jalan tol. Disamping keindahan alam yang masih hijau diantara nama negara jepang yang begitu terlihat modern an canggih, sungguh keseimbangan yang telah diperhitungan dengan baik oleh pemerintah dan tentunya dukungan seluruh warga masyarakat jepang itu sendiri. 
sekiranya ini menjadi cerminan untuk kemajuan negara kita Indonesia. 
*foto diambil via google, terimakasih

**rest area____
hiji deui nu katinggaleun, jalan tol di jepang dipakai tidak hanya oleh mobil tetapi juga oleh sepeda motor tetapi sepeda motor yang mempunyai kapasitas mesin lebih dari 2500cc, jadi untuk para gank motor di indonesia jangan harap untuk bisa masuk ke jalan tol komo deui genk motor cacing kremi mah. Dan bisa bayangkan kalau di indonesia, jangan kan untuk motor untuk mobil saja sudah macet apalagi kalau motor masuk ke jalan tol, jadi we "jalan tol" raya.

2 comments:

Anonim mengatakan...

gw suka bgt tulisan2 di blog lo..
ada yg beberapa gw save blh kn?
hehehe
thx

Agaga Dewangga mengatakan...

makasih banget, mudah2an bermanfaat. kalo ada yang ga setuju atau pengen bertanya atau apapun bilang aja ya.

Blogroll

About