Kutrat kotret
09.37 Posted by Agaga Dewangga No comments Posted in , ,
Posted by Agaga Dewangga on 09.37 with No comments | Categories: , ,
大仏 (daibutsu) atau patung budha besar, sangat terkenal di jepang dengan notabene sebagian besar masyarakat jepang mempercayai dengan keberadaan agama budha sejak dahulu, walaupun orang jepang sendiri mengakui tidak mempunyai agama secara pasti. Ada dua tempat yang saya tahu dimana terdapat patung budha besar, salah satunya adalah di  鋸山日本寺 (nokogiriyama nihonji) terdapat di daerah prefektur chiba. Cukup jauh sedandainya memakai kereta dari daerah yokohama,  tetapi akses menuju ke tempat tersebut terdapat dua alternatif yaitu melalui daerah kurihama yang kebetulan dekat dari daerah tempat tinggal saya. 

Pagi buta saya berserta kedua teman saya bersiap melakukan perjalanan. Dengan berbekal seadanya kami mulai pergi menggunakan kereta dari station minamiota menuju kurihama yang  menempuh sekitar 30 menit. Alternatif yang kami gunakan adalah menggunakan kapal ferri, sehingga dari station kurihama kami menggunakan bus untuk menuju pelabuhan. Dengan cuaca panas hari ini kami harus mengeluarkan sehelai handuk dan mengaisnya selalu. tidak lama setelah kami mencapai pelabuhan kami diharuskan menunggu sekitar 20 menit menuju keberangkatan. di sela-sela waktu itu saya bersama asep dan iwan mencoba memanfaatkannya dengan take beberapa adegan untuk dokumentasi video. Sedangkan saya mempersiapkan kamera foto untuk take beberapa view yang bagus. 
Apa bayangan kalian ketika mendengar kapal ferry di jepang? ya, bayangan saya mungkin sama dengan kalian. Bayanganku, kapal yang bersih (memang), besar (pastinya), baru (mmmh...tidak juga) dan megah (tidak mungkin karena ini kapal ferry bukan kapal pesiar) itulah kenyataan nya. pernahkah kalian naik kapal ferry di indonesia? ya, saya pernah dan rasanya sama saja, yang membedakannya hanya saya naik kapal ferry di Jepang, itu saja. Kami menempuh sekitar 40 menit untuk sampai ke tujuan, cuaca panas dan sangat panas keringat tak tertahankan bercucur dari pori-pori kulitku.
金谷 (kanaya) akhir perjalanan kapal itu. sebuah kota kecil yang sepi nan indah. dari sana kami berjalan kaki untuk memulai perjalanan yang sebenarnya, cuaca pun masih tetap panas, handuk pun terus mengelap kulit mukaku yang basah dan kuyup oleh keringat. Tak jauh dari pelabuhan kami telah sampai di awal perjalanan menanjak atau saya lebih suka menyebutnya hiking. 
"ke ngaso heula nya, panas uy" ucap asep, dan serentak saya dan iwan pun mengamininya. kebetulan kami akan naik kereta gantung, atau ロープウェー, dan tidak lama kemudian datang ibu-ibu hendak mengambil sepeda yang ada di dekat kami berkumpul dan sedikit berbincang dengan kami. 

"暑いですね。。。上るの?" ucap ibu itu
"はい" jawabku
"もし歩けば、景色は見えない。11月ぐらいに景色はいいと思う、台風もなかったら雲もなくてその時いいと思うよ。" lanjut ibu itu
"あ、そうですか?"timpal iwan 

dan percakapan pun cukup lama sampai akhirnya ibu itu menghakhirinya dengan ucapan いってらっさい, ungkapan persalaman untuk orang yang akan pergi meninggalkan lawan bicara, mungkin dalam bahasa indonesianya "selamat jalan". 



0 comments:

Blogroll

About